fbpx
apa itu google analytics

Apa itu Google Analytics? Pengertian, Fungsi, dan Fiturnya

Kalau ditanya, “apa kelebihan digital marketing dibandingkan dengan traditional marketing?” maka jawabannya jelas adalah aktivitas digital marketing dapat diukur performanya sehingga campaign yang dijalankan dapat dievaluasi dan dikembangkan menjadi lebih baik lagi kedepannya. Salah satu tool populer untuk mengukur performa digital marketing adalah Google Analytics. Jadi, apa itu Google Analytics dan apa fungsinya?

Simpelnya, Google Analytics merupakan salah satu tool yang bisa digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis peforma website. Mau tahu pengertian Google Analytics lebih lanjut, fungsi Google Analytics, dan fitur Google Analytics? Simak konten berikut!

Pengertian Google Analytics

Google Analytics adalah tools yang disediakan secara resmi oleh Google bagi para pengelola website untuk bisa mendapatkan data apapun yang dibutuhkan dari website dan menganalisisnya.

Ada beberapa hal yang bisa dianalisis dari Google Analytics. Contohnya profil audiens seperti negara/kota dan device yang digunakan, sumber traffic website, halaman apa yang paling sering dilihat, dan sebagainya. Tentunya Google Analitics bisa kamu gunakan secara cuma-cuma alias gratis!

Baca Juga: Social Media Analytics, Apa Saja Metrics, KPI, dan Cara Analisisnya?

Fungsi Google Analytics

Fungsi Google Analytics yang utama adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pengunjung website serta aktivitas yang dilakukan selama mengunjungi sebuah halaman website. Informasi pengunjung tersebut didapatkan oleh Google melalui identitas pengguna internet seperti alamat Internet Protocol (IP), lokasi, jenis device, aktivitas yang dilakukan pengguna, dan lainnya.

Dari data tersebut, Google Analytics dapat menyajikan data mengenai performa website berkaitan dengan SEO atau search engine optimization seperti profil dari audience, behavior atau tingkah laku pengunjung website, acquisition atau sumber traffic yang didapatkan oleh website, dan goals atau data mengenai konversi penjualan di website.

Berikut adalah contoh beberapa fungsi dari Google Analytics:

  • Mengetahui jumlah pengunjung yang mengunjungi website kamu.
  • Melihat data darimana saja pengunjung kamu berasal (negara/kota).
  • Channel apa saja yang mengarahkan traffic ke website kamu.
  • Halaman website apa yang paling populer.
  • Halaman apa yang pertama/terakhir dikunjungi oleh pengunjung.
  • Kategori konten seperti apa yang paling disukai web pengunjung kamu.
  • Apakah tampilan website sudah mobile-friendly.
  • Berapa banyak pengunjung yang sudah terkonversi menjadi lead atau costumer.
  • dan masih banyak lainnya…

Melalui beberapa fungsi diatas kamu bisa menggunakan Google Analytics sesuai dengan tujuan yang ingin kamu dapatkan. Apakah itu jenis konten yang paling populer? Asal kota dari pengunjung? Atau halaman apa yang paling banyak menghasilkan penjualan?

Baca Juga: Kuasai 9+ Tools Digital Marketing Ini Untuk Jadi Digital Marketer Handal!

Fitur-Fitur Google Analytics

Google Analytics menyediakan beragam fitur untuk menganalisis website. Fitur-fitur tersebut terbagi dalam beberapa kelompok berdasarkan jenis report yang ingin didapatkan. Kelompok-kelompok tersebut yaitu realtime report, audience report, acquisition report, behavior report, dan conversions report.

1. Realtime Report

fitur google analytics

Realtime report menyajikan data pengunjung website secara langsung di masa sekarang. Jika detik ini juga ada 10 orang yang membuka website digitumo.com maka data yang ditampilkan pada realtime report juga berjumlah 10 pengunjung.

Data yang bisa kamu dapatkan dari fitur ini adalah jumlah pengunjung aktif, halaman apa yang sedang mereka kunjungi, lokasi (negara atau kota) dari para pengunjung tersebut, kata kunci apa yang mereka gunakan untuk menemukan websitemu, dan jika mereka mengunjungi website melalui social media maka akan ditampilkan social media apa yang digunakan untuk mengunjungi website.

2. Audience Report

Audience report menampilkan data mengenai pengunjung websitemu. Kamu bisa mengetahui jumlah dari pengunjung baru dan lama, data demografi seperti bahasa, negara, dan kota, serta berapa lama waktu yang mereka habiskan selama mengujungi website.

Bahkan data yang sangat spesifik seperti sistem operasi yang digunakan pada laptop atau smartphone, hingga browser dan ukuran layar dari device pengunjung pun bisa kamu ketahui melalui audience report. Wah, lengkap sekali ya…

3. Acquisition Report 

Acquisition report akan memberikanmu laporan terkait dengan dari mana saja sumber traffic atau pengunjung websitemu berasal. Apakah dari hasil pencarian organik? Iklan di hasil pencarian atau display? Atau dari sumber lainnya?

Pada organic search kamu dapat melihat pengunjung yang datang melalui pencarian organik atau mesin pencari. Sedangkan direct adalah pengunjung yang mengetikkan alamat websitemu secara langsung. Yang ketiga adalah social, yaitu jumlah pengujung yang datang melalui alamat link yang berada di social media. Dan yang terakhir adalah referal, yaitu pengunjung yang datang melalui blog atau media lainnya, contohnya adalah guest post.

Dari masing-masing sumber traffic tersebut, kamu juga bisa melihat data jumlah pengunjung, durasi kunjungan di website, hingga jumlah transaksi. Jadi, kamu bisa tahu channel apa yang bisa mendatangkan pengunjung potensial yang melakukan pembelian atau pengunjung dari channel apa yang lebih senang hanya membaca artikel saja.

4. Behavior Report

Behavior report menyajikan informasi mengenai bagaimana pengunjung berperilaku atau beraktivitas pada halaman website yang dikunjungi. Contohnya seperti halaman apa yang pertama kali mereka kunjungi di website, atau halaman terakhir yang paling banyak dikunjungi sebelum pengunjung keluar dari website.

Data lainnya yang tidak kalah penting adalah kategori konten apa yang paling banyak dilihat. Dengan mengetahui informasi ini maka kamu dapat memutuskan topik artikel yang akan paling banyak kamu bahas di website.

Masih ada banyak informasi lain yang bisa kamu dapatkan di behavior report. Karena banyaknya fitur yang bisa kamu coba di behavior report, cobalah untuk praktik dan melihat masing-masing fitur tersebut dan temukan fitur apa yang paling kamu butuhkan untuk menganalisis websitemu.

5. Conversions Report

Sebelum menggunakan conversions report, kamu perlu mengatur goals apa yang ingin dicapai oleh websitemu. Apakah goals yang ingin dicapai adalah mengarahkan pengunjung melakukan registrasi, menngundug ebook, atau transaksi pembelian. Ketika goals sudah ditentukan dan diatur ke dalam Google Analytics, kamu baru bisa mendapatkan data yang berhubungan dengan goals websitemu.

Kamu bisa mendapatkan beberapa data pada conversions report seperti jumlah goal yang berhasil didapat, nilai (pendapatan) dari goal yang didapat, persentase konversi keberhasilan goal, persentase kegagalan mendapatkan goal, atau data untuk goal spesifik seperti jumlah regsitrasi, julah pembayaran selesai, jumlah pengunjung halaman checkout dan thank you page.

Jadi, Sudah Tahu Fungsi Google Analytics?

Tentunya masih ada beberapa fitur turunan dengan fungsi yang lebih spesifik dari daftar fitur yang sudah dipaparkan pada artikel ini. Contohnya adalah secondary dimension, bounce rate metric, segment dan sebagainya.

Kamu bisa belajar lebih dalam cara menggunakan Google Analytic dengan mengikuti kursus Google Analytics Academy. Kursus online tersebut diselenggarakan oleh Google yang ditujukan untuk pemula, menengah, dan yang sudah menjadi spesialis dalam mengoperasikan Google Analytic. Semoga artikel diatas dapat membantu kamu untuk mengenal Google Analytics. 

Jangan lupa untuk meninggalkan komentar diartikel ini agar kami bisa membuat artikel yang lebih baik lagi. Jika kamu mau membaca artikel lain kamu bisa cek blog Digitumo. See ya in our next article!