Bisnis Online Syariah? Kenapa Tidak?

  • Post category:Tips Bisnis
  • Reading time:4 mins read
You are currently viewing Bisnis Online Syariah? Kenapa Tidak?

Bisnis online syariah dalam 5 tahun terakhir mulai marak di kalangan masyarakat Indonesia, hal ini muncul karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim dan kesadaran masyarakat untuk berbisnis sesuai dengan syariat Islam.

Terjun ke bisnis syariah di Indonesia sendiri sangat menggiurkan, indikatornya pendukungnya sangat jelas, karena masyarakat Indonesia 80 persen adalah muslim dan bisa menjadi pangsa pasar yang menguntungkan. 

Bisnis Syariah merupakan kegiatan jual beli berdasarkan syariat Islam yang berdasarkan Al-Qur’an, Hadits dan Ijma Ulama.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bisnis syariah harus dijalankan dengan berpedoman berdasarkan Al-qur’an . Itu sebabnya, kamu tidak bisa sembarangan melakukan kegiatan jual-beli hanya karena ingin dapat untung. 

Semua proses bisnis, entah itu produksi, distribusi, hingga konsumsi perlu dipastikan tidak melanggar Syariat. 

Lantas, sejauh apa sih batasan dan larangan-larangan yang berlaku untuk bisnis online syariah? 

  1. Bisnis tidak boleh melibatkan sesuatu hal yang bersifat perjudian. 
  2. Bisnis tersebut tidak boleh menerapkan riba. Riba adalah bunga tambahan dari harga pokok 
  3. Menimbun barang dan menjualnya saat harga melonjak
  4. Berbisnis dengan melakukan penipuan. Contoh menggembar-gemborkan akan memberikan hadiah, padahal hadiahnya tidak ada
  5. Tidak boleh mematok harga yang tidak seimbang dengan kualitasnya. Misalnya harganya tinggi sekali, padahal kualitasnya produknya murahan
  6. Menyembunyikan kekurangan produk dari calon pembeli

Itulah enam larangan yang terdapat di bisnis online syariah, namun selain itu, masih banyak lagi larangan-larangan yang harus diperhatikan. Untuk mengetahuinya, kamu bisa belajar pada ahli agama, atau membacanya secara langsung di Al-Qur’an maupun Hadits.

Nah, setelah mengetahui bisnis syariah itu apa dan apa saja larangan dalam bisnis syariah. Kini kita akan membahas contoh bisnis syariah apa saja yang bisa kamu terapkan.

Contoh Bisnis Online Syariah 

Tentu bisnis online, tidak selalu menghasilkan produk yang bersifat maya atau daring. Akan tetapi bisnis online di sini lebih kepada pemanfaatan jaringan internet sebagai media promosi atau perkenalan produk. Berikut akan kita uraikan satu persatu ide usahanya.

1. Kursus Online 

Kamu bisa membuat kursus platform digital untuk memberikan kajian, terutama di masa pandemi seperti ini. Kamu bisa memberikan seminar atau pengajian dengan jadwal sistematis lewat Youtube atau bahkan aplikasi. Kamu juga bisa memberikan pengajaran seperti belajar bahasa arab atau membaca Al-Qur’an secara daring.

2. Saham Syariah 

Banyak dari kita masih bingung apakah saham ini sama dengan judi? Jadi penjelasannya justru kepemilikan saham sesuai dengan konsep syariah yaitu syirkah atau musyarakah, yaitu kerjasama beberapa pihak dengan prinsip bagi hasil usaha. Sedangkan saham adalah bukti kepemilikan dalam suatu perusahaan, yang mana dengan bukti tersebut pemiliknya berhak mendapat bagian dari hasil usaha perusahaan.

Lantas apa yang membedakan saham syariah dan investasi saham pada umumnya? Kamu bisa lihat produk dan sistem dari perusahaan tersebut, apakah sistemnya ada riba atau produk yang dihasilkan haram. Terdapat pula screening emiten untuk masuk kategori paham syariah. Jadi kamu harus memenuhi syarat seperti anggaran dasar perusahaan berdasarkan prinsip syariah atau memenuhi syarat OJK sebagai saham syariah. 

3. Dropship Syariah

Sistem dropship sebagai pemilik toko tidak perlu menyimpan stok barang. Ketika ada pembeli yang datang dan memesan barang ke toko, dropshipper bisa langsung memesan ke supplier dan meminta supplier barang untuk mengirimkan barang secara langsung ke konsumen. 

Banyak perdebatan hukum dropship ini karena dropshipper tidak memiliki produk, karena hanya sebagai perantara pembeli dan penjual maka dropshipper tidak mengetahui kualitas dari produk. Lantas bagaimana solusinya dalam hukum syara’?

Kamu bisa menggunakan Akad Salam dalam transaksinya. Ulama empat mazhab menyatakan status kebolehan hukumnya. Khusus untuk mazhab Syafi’i, ada catatan khusus terkait dengan barang yang dijual, yaitu apabila barang terdiri atas barang yang tidak mudah berubah baik model maupun sifat barangnya. Untuk barang yang mudah berubah model dan sifat barangnya, maka hukumnya sepakat tidak boleh. 

Maka bagaimana syaratnya dalam Akad Salam ini?

  • Disebutkannya sifat-sifat dari barang yang diperjual-belikan dalam akad atau perjanjian (musallam fihi) secara rinci.
  • Disebutkan jenis dari barang yang diperjual-belikan dalam akad
  • Disebutkan berat, takaran atau panjang dalam akad
  • Disebutkan tempo batas akhir penyerahan musallam fihi
  • Barang yang diperjual-belikan dalam akad harus merupakan barang yang dimungkinkan untuk didapatkan dalam tempo yang disepakati.
  • Penyerahan uang di muka secara kontan di majelis akad
  • Musallam fihi bukanlah barang aset pasif, seperti pohon, rumah atau semisalnya. Karena barang seperti ini bisa jadi rusak sebelum batas tempo penyerahan.

Banyak sekali bisnis syariah yang bisa kamu terapkan. Namun untuk melindungi keberkahan dalam bisnis halal dan toyyib produk belum cukup, bentuk juga sistem manajemen karyawan yang islami. Misalnya tidak ada campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Semoga penjelasan dan contoh diatas dapat memberi motivasi dan inspirasi kamu untuk membuat bisnis sesuai syariat Islam. Sampai jumpa di artikel Digitumo selanjutnya. See You!

Leave a Reply