fbpx
arti-open-minded

Apa Itu Open Minded? Arti, Manfaat, dan Penerapannya Sebagai Entrepreneur

Saat ini, open minded menjadi istilah yang sangat populer dan banyak digunakan baik oleh influencer di berbagai media ataupun kalangan masyarakat umum khususnya kaum muda. Istilah ini menjadi simbol bagi kemajuan cara berpikir manusia di era modern. Namun sudahkah kamu benar-benar memahami apa arti open minded? Apa manfaat open minded bagi seorang entrepreneur?

Pada artikel ini, kamu akan mengetahui apa arti open minded, manfaat open minded bagi seorang entrepreneur, dan bagaimana penerapannya dalam menjalankan bisnis. Simak baik-baik ya.

Apa Arti Open Minded?

Open minded artinya adalah sebuah seni berpikir yang melibatkan keterbukaan dan penerimaan terhadap beragam ide, argumen, dan informasi. Berpikiran terbuka umumnya dianggap sebagai kualitas cara berpikir yang positif. Orang yang open minded akan menghindari prasangka, asumsi, egoisme dan kekakuan.

Berpikiran terbuka bukan berarti setuju dengan segala hal yang dikatakan orang dan tidak memiliki pendirian, melainkan membuka kemungkinan untuk mempertimbangkan baik dan buruknya suatu pendapat sehingga kita dapat melihat suatu hal baru dengan sudut pandang yang berbeda.

Dengan menjadi pebisnis yang berpikiran terbuka maka kamu akan menemukan ide-ide baru yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Kamu juga akan lebih mudah penasaran dan ingin terus belajar untuk bisa memahami suatu sudut pandang baru secara matang dan mendalam.

Open minded dapat membuat seseorang menjadi lebih kreatif, kritis, dan rasional. Oleh karena itu, pola pikir ini memiliki keterkaitan dengan creative thinking dan critical thinking, dua modal utama bagi seorang entrepreneur untuk bisa bersaing dan sukses berbisnis.

Baca lima rekomendasi buku self development ini untuk meningkatkan kapasitas diri!

Manfaat Open Minded

Sesukses apapun bisnismu saat ini, seorang entrepreneur pasti akan mengalami yang namanya kegagalan. Bisa jadi, suatu saat nanti akan ada teknologi atau trend terbaru yang membuat produkmu tidak laku atau ada ketidakpuasan dari karyawan mengenai sistem kerja di perusahaanmu.

Seorang entrepreneur harus bisa open-minded terhadap segala pendapat atau sarahal baru yang datang agar dapat mengembangkn bisnisnya. Ada banyak manfaat yang didapat dengan menjadi seorang entrepreneur yang open minded.

1. Berwawasan Luas

Salah satu faktor penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indoensia adalah kurangnya tingkat literasi masyarakat sebagaimana hasil survey dari Program for International Student Assessment (PISA). Padahal fasilitas internet sudah cukup gencar ditingkatkan oleh pemerintah demi tersedianya akses informasi yang mudah. Namun, tanpa pikiran yang terbuka maka wawasan kita akan sulit berkembang.

Pola pikir open minded akan menyambut baik segala bentuk informasi dan pengetahuan sehingga seorang entrepreneur yang open minded memiliki isi pikiran yang kaya akan berbagai sudut pandang. Kamu tidak perlu meyakini atau menyetujui semua informasi dan pengetahuan yang kamu dapatkan, cukup terima itu sebagai wawasan baru.

2. Out of the Box

Banyaknya referensi dan sudut pandang dari pebisnis yang open minded akan memudahkan mereka untuk menghasilkan ide cemerlang. Contohnya, tidak pernah terpikirkan oleh kita bahwa ojek bisa dipesan lewat aplikasi. Namun karena pendiri Gojek yaitu Nadiem Makarim mau berpikiran terbuka dengan berempati pada permasalahan tukang ojek, lahirlah ide brilian yang membantu hidup jutaan driver ojek.

Terkadang, ide brilian dari orang yang open minded akan sulit diterima oleh orang-orang close minded karena jalan pikir yang “beda”. Contohnya seperti sebagian oknum ojek pangkalan atau pengemudi taksi yang menentang Gojek diawal karena dianggap merebut penghasilan mereka.

Padahal jika punya pikiran yang terbuka, para oknum ojek pangkalan dan pengemudi taksi itu akan sangat terbantu dengan teknologi yang ditawarkan oleh Gojek.

3. Adaptif dengan Perubahan

Pandemi memberikan pukulan telak bagi banyak perusahaan, baik itu skala UMKM ataupun korporat besar. Namun, hanya perusahaan dengan pemimpin open minded yang dapat beradaptasi terhadap perubahan. Kamu mungkin akan terheran-heran setelah mengetahui bahwa AirAsia beradaptasi di masa pandemi dengan berjualan akikah kambing.

Dikutip dari CNBC, AirAsia melebarkan sayap bisnisnya ke layanan akikah secara digital melalui lini bisnis Ikhlas. Pelebaran sayap ini dilakukan saat masa pandemi tahun 2020. Disaat yang bersamaan, ada banyak karyawan AirAsia yang terancam dirumahkan sehingga lini bisnis Ikhlas diharapkan sebagai salah satu solusi yang dapat menopang karyawannya.

Tony Fernandes, selaku pendiri dan pemimpin AirAsia, dalam memperluas lini bisnis diluar industri penerbangan merupakan salah satu contoh pemimpin open minded yang terbuka dengan gagasan baru agar bisa adaptif. Sekiranya AirAsia keras kepala dengan berfokus hanya di industri penerbangan saja maka kerugian yang dialami bisa jadi jauh lebih besar.

4. Good Leadership

Seorang pemimpin perusahaan yang open minded pasti memiliki karyawan yang sejahtera. Hal ini karena mereka mau mendengarkan pendapat dan memahami keresahan karyawan. Oleh karena itu, para karyawan akan merasa bahwa mereka dipimpin oleh seorang leader, bukan seorang boss. Apa perbedaan keduanya?

Boss berfokus hanya kepada individu yaitu dirinya sendiri. Wewenang ada pada dirinya, ia yang harus mengambil keputusan, dan perintahnya wajib dijalankan. Sedangkan leader berfokus pada kelompok. Leader mendorong partisipasi, terbuka dengan gagasan baru, serta menjadi panutan. Kamu tidak akan bisa menjadi leader tanpa pikiran yang terbuka.

Penerapan Open Minded dalam Bisnis

Sikap open minded tidak bisa muncul begitu saja. Open minded merupakan kebiasaan yang perlu dilatih secara konsisten dalam jangka waktu yang tidak sebentar. Untuk itu, kamu harus menerapkan sikap open minded disetiap aspek kehidupan. Berikut adalah beberapa cara untuk melatih dan menerapkan sikap open minded bagi seorang entrepreneur.

1. Lifelong Learning

Apakah kamu masih menganggap bahwa tempat belajar hanya di sekolah, kampus, atau tempat kursus saja? Kalau iya, kamu harus mulai mengganti mindset tersebut. Kehidupan manusia itu tidak berjalan dengan stagnan. Kita akan melalui beragam masalah hidup yang dinamis sehingga kita pelu belajar untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan pada hidup.

Biasakan diri untuk “mengosongkan gelas” serta belajar dari siapapun, dimanapun, dan kapanpun maka kamu akan lebih mudah untuk menerima hal baru dan menjadi open minded.

2. Menerima Keragaman

Cara berpikir akan terwujud dalam sikap. Ciri orang open minded bisa dilihat dari bagaimana caranya merespon sebuah informasi yang tak sejalan dengan keyakinan dirinya. Misalkan, saat ada perbedaan pendapat dengan partner bisnis maka seorang yang open minded akan mendengarkan dan mempertimbangkan bersama, karena ide yang baik bersumber dari kumpulan ide-ide yang ada.

Oleh karena itu, biasakanlah untuk berada di lingkungan yang memiliki beragam latar belakang, pengalaman, dan pengetahuan. Buatlah lingkungan yang mendukung keragaman di perusahaanmu agar ide dan pikiran yang beragam jenisnya bisa “berseliweran”.

3. Lingkungan Perusahaan Fleksibel

Saat ini, model perusahaan lama yang penuh birokrasi sudah mulai ditinggalkan. Hal ini karena sistem birokrasi yang njelimet dapat menghambat inovasi dan pertumbuhan perusahaan. Sekarang, perusahaan mulai menerapkan sistem scrum, yaitu sistem yang meminimalkan birokrasi dan mengutamakan fleksibilitas.

Dengan menciptakan lingkungan perusahaan yang fleksibel maka bukan hanya kamu yang akan menjadi lebih open minded, melainkan semua anggota tim yang ada di dalam perusahaan juga akan ikut menjadi open minded. Dengan demikian, maka perusahaan akan lebih mudah bersaing dan berinovasi.

4. Jadi Pendengar yang Baik

Tidak mau mendengarkan adalah penyakit kebanyakan orang, terutama jika kamu menjadi seorang pemimpin. Padahal ada istilah yang mengatakan “a good leader is a good listener”. Pemimpin yang baik bukanlah yang pandai dalam hal public speaking, melainkan pandai dalam mendengarkan dan berempati.

Dalam bisnis, produk tidak akan laku jika tidak dibutuhkan oleh konsumennya. Untuk bisa mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen maka brand perlu mendengarkan keresahan konsumennya.

5. Tidak Anti-kritik

Bukan saja tak mau menjadi objek kritik, bahkan orang yang anti kritik tidak menyukai pihak-pihak lain dikritik, meskipun tidak ada hubungan dengan hidup mereka. Sikap ini lebih condong untuk tidak mau membiarkan orang lain tampak terlihat pintar, eksis, dan kritis dibanding dirinya. Padahal, maksud dari munculnya kritik bukan untuk terlihat pintar dan eksis, melainkan untuk meluruskan cara berpikir dan menunjukkan jalan yang leb.ih baik

Dalam berbisnis sikap anti kritik merupakan kesalahan sikap yang fatal, mengapa demikian? Karena bisnismu menyangkut hajat hidup banyak orang. Maka jika produk itu bisa terus berkembang dan semakin disukai, kamu harus siap untuk mendengar kritik dan saran.

Sudah Paham Arti Open Minded?

Semoga dengan adanya artikel ini, bisa sedikit memberimu insight mengenai arti open minded sebagai sikap penting yang dimiliki setiap orang maupun organisasi. Memiliki sikap open minded akan menjadikanmu orang yang kreatif dan kritis.